Ibukota Jepang yang kita tahu saat ini ini, Tokyo, merupakan ibukota yang disahkan secara de facto oleh Konstitusi Jepang, Kaisar Jepang selaku “lambang negara Jepang serta simbol pemersatu rakyat Jepang“, yang mana istana kekaisaran berkedudukan di Tokyo.
Sebutan “ibukota”(首都/ shuto) baru diketahui setelah Perang Dunia II berakhir. Sebelumnya, Tokyo sejak tahun 1868 merupakan ibukota kekaisaran (帝都/ teito). Sebutan “ibukota” baru diketahui secara luas setelah diresmikan Undang-undang Pembangunan Ibu Kota (Shuto kensetsu-hō) tahun 1950 yang tidak berlaku lagi sehabis dikeluarkannya Undang-undang Konsolidasi Wilayah Metropolitan (Shutoken seibi-hō) tahun 1959.
Ibukota Jepang Saat Ini
Tokyo terletak di kepulauan terbesar di Jepang, Honshu, yang masuk ke dalam daerah Kanto. Gedung Pemerintah Metropolitannya berlokasi di Distrik Shinjuku.
Tokyo yang terletak di bagian barat daya daerah Kanto serta mempunyai daerah metropolitan yang panjang serta kecil di bagian timur dan barat, dengan bagian timur menghadap Teluk Tokyo, sebaliknya bagian barat merupakan Pegunungan Kanto dengan Gunung Kumotori sebagai puncak tertingginya.
Tokyo terdiri dari 23 distrik, area Tama (yang terdiri dari 26 kota kabupaten) serta di area Nishitama-gun (yang terdiri dari 3 kota kabupaten serta 1 desa) serta sebuah pulau (2 kota kabupaten serta 7 desa), yakni kota metropolis internasional dengan salah satu populasi terbanyak di dunia.
Kamu berencana untuk liburan di Jepang? Yakin dengen itinerary kamu? Takut kesasar? Bingung Masalah Kirim Koper, Pesan Taxi dan lainnya? Gunakan Layanan Jasa Tour Guide Jepang Online dari Tanogaido Tours and Travel untuk bantuan penuh selama liburan di Jepang.
Bersumber pada data Tokyo Metropolitan Government per bulan Maret 2021, penduduk yang tinggal di Tokyo yaitu sebesar 13,942,024 orang. Dibanding dengan jumlah penduduk pada bulan sebelumnya, diperkirakan menurun sebanyak -0.08% yaitu sebanyak 10,891 orang.
Ibukota Jepang Sebelum Tokyo
Saat sebelum kota Tokyo jadi ibukota ataupun pusat kota negara Jepang, di masa dulu sekali sudah beberapa kali ada pergantian.
Secara historis, ibukota Jepang merupakan tempat berkedudukannya istana kaisar serta kota tempat tinggal Kaisar Jepang. Semenjak Era Kofun (sekitar pertengahan – akhir abad ke-3 hingga sekitar abad ke-7), kota buat penduduk tinggal dibentuk secara terencana di sekitar istana kaisar, kota tersebut pantas diucap sebagai “ibukota“.
Berikut ini daftar kota yang sempat jadi ibukota Jepang:
Nama Ibukota | Lokasi Sekarang | Periode (Tahun Masehi) |
Asukanomiya | Desa Asuka, Prefektur Nara | 592-645 |
Naniwa No Miya | Osaka | 645-655 |
Asukanomiya | Desa Asuka, Prefektur Nara | 655-667 |
Ōtsu-kyō | Otsu, Prefektur Shiga | 667-672 |
Asukanomiya | Desa Asuka, Prefektur Nara | 672-694 |
Fujiwara-kyō | Kashihara | 694-710 |
Heijō-kyō | Nara, Prefektur Nara | 710-740 |
Kuni-kyō | Kizugawa, Prefektur Kyoto | 740-744 |
Naniwa-kyō | Osaka | 744-744 |
Shigaraki Nomiya | Shigaraki, Kōka, Prefektur Shiga | 745 (bulan 1 ~ bulan 5) |
Heijō-kyō | Nara, Prefektur Nara | 745-784 |
Nagaoka-kyō | Mukō, Kyoto, Nagaoka-kyō | 784-794 |
Heian-kyō | Kyoto | 794-1180 |
Fukuhara-kyō | Kobe | 1180 (bulan 6 ~ bulan 11) |
Heian-kyō | Kyoto | 1180-1868 |
Istana Selatan: Yoshino | Distrik Yoshino, Prefektur Nara | 1336-1348, 1373 |
Tokyo | Tokyo | Mei 1868 ~ sekarang |
Mengapa Ibukota Jepang Dipindahkan Dari Kyoto ke Tokyo?
Setelah hampir satu milenium tahun pusat pemerintahan / kekaisaran terletak di wilayah barat Jepang (Kyoto) semenjak tahun 794 Meter, serta sehabis Restorasi Meiji sekitar tahun 1868 Meter, Keluarga Kaisar pindah dari Kyoto ke kota baru mereka, yaitu rumah kekaisaran di Tokyo yang saat itu diucap dengan sebutan Edo.
Saat mereka pindah ke Edo, Kyoto untuk sementara waktu tetap dikenal dengan sebutan “Ibukota Daerah Barat” serta mendapatkan istilah “Saikyo” (西京). Tetapi, ketenarannya selaku pusat administrasi menyusut serta Tokyo setelah itu jadi pusat kekuasaan paling tinggi.
Edo yang saat ini diketahui sebagai Tokyo, bukan cuma sebagai ibukota Keshogunan Tokugawa, namun juga merupakan pusat perdagangan utama dengan negara Barat. Pada satu titik, perekonomian Edo melebihi perekonomian Kyoto, ibukota aslinya. Alasan inilah setelah itu ibukota Jepang berpindah dari kota Kyoto ke Tokyo. (*/dirman)
sumber gambar: google.com